Dewirahmawati8's Blog

Kakiah Pusat Pemotongan Hewan Di Mekkah

Posted on: May 2, 2013

Sejarah Mekkah pada zaman dahulu pernah terendam selama 5 bulan sehingga saripati tanah berubah menjadi pasir. Banjir terjadi karena letak geografis di Mekkah yang diapit beberapa bukit, sehingga menjadikan kota tersebut berada di dataran rendah. Sedangkan air hujan tidak mudah diserap dan sistem drainase yang buruk. Nabi Ibrahim pernah berdo’a meminta rezeki berupa buah-buahan. Beliau tidak meminta pohon, emas atau permata. Karena di padang pasir yang gersang, buah-buahan adalah barang yang teramat langka, mahal dan mewah. Terlebih pada masa keluarga Nabi Ibrahim hidup. Nilai air dan buah-buahan jauh melebihi nilai barang mewah lainnya. Selain itu tidak semua pohon memiliki buah. Ada pohon yang tidak berbuah. Ada pula pohon yang berbuah, tapi rasanya pahit sehingga tidak bisa dimakan. Dengan kata lain, adanya pohon tidak otomatis menghadirkan buah. Namun ketika ada buah pasti ada pohon, minimal ada pasokan buah-buahan yang melimpah ke tempat tersebut. Hingga sekarang terbukti, walaupun kota Mekkah berada di daerah padang pasir yang tandus, namun buah-buahan yang ada di kota ini sangat melimpah. Bila berbicara Nabi Ibrahim kita juga diingatkan pengorbanannya menyembelih putranya Ismail karena perintah Allah SWT. Namun Allah menggantinya dengan hewan. Sehingga  zaman sekarang terkenal dengan pemotongan hewan kurban. Di sebelah timur kota Mekkah ada tempat pusat pemotongan hewan namanya Kakiah. Tempat ini sekaligus sebagai ‘pasar’ dan transaksi segala jenis hewan qurban. Di sini setiap musim haji, ratusan ribu bahkan jutaan hewan disembelih, kambing, domba maupun onta. Hari ini rombongan kami bergerak mengunjungi tempat pemotongan hewan tersebut.

DSC00487

Kakiah pusat pemotongan hewan di Mekkah

Perjalanan menuju lokasi pemotongan hewan melalui jalan yang lebar dan halus diantara bukit-bukit. Sampai di tempat pemotongan hewan disambut dengan bau kotoran yang menyengat, sehingga hanya sebagian jamaah yang turun dari bis. Untungnya saya selalu siap masker hidung. Suasana yang kering dan panas, tapi Onta bisa beradaptasi terhadap iklim ekstrim di padang pasir. Pekerja di tempat ini hampir semuanya berkulit hitam. Tukang jagal/pemotong hewan semua berseragam merah menyala hingga sorbannya dengan tujuan agar pakaian atau sorban yang terkena percikan darah tidak terlihat kotor. Hewan yang dipotong di tempat ini, dengan tujuan untuk pembayaran Dam haji dan Qurban. Sesuai ketentuan jamaah haji Indonesia melaksanakan haji Tamatu, diharuskan membayar dam atau denda berupa hewan korban. Dengan demikian sepanjang musim haji frekuensi aktifitas pemotongan hewan sangat meningkat. Harga hewan Dam atau pun Qurban tergantung besar kecilnya tapi yang paling murah sekitar 300-350 riyal/ekor. Harga biasanya sudah termasuk biaya pemotongan. Sesuai dengan hukum Islam maka penyembelihan hewan dilakukan secara manual. Pemotongan untuk Dam haji, biasanya dilakukan sebelum pelaksanaan wukuf, sedangkan pemotongan untuk qurban, saat Hari Raya Qurban 10 Dzul Hijjah dan hari-hari tasyriq 11,12, dan 13 Dzul Hijjah.

 Jamaah terutama lelaki yang masuk ke tempat penyembelihan melihat hewan  yang akan di potong. Beberapa onta di giring masuk ke tempat pemotongan tadi. Saya sendiri tidak menyaksikan pemotongan hewan dam karena tidak tega melihat hewan dipotong. Saya memilih berkeliling di tempat itu dan berfoto bersama onta. Jangan membuat onta kaget atau ketakutan, karena ada orang lain pada saat itu ditendang onta sehingga berdarah. Jadi kita harus lihat onta dalam keadaan tenang dan pilih onta yang ada tukang peliharanya, serta meminta izin sehingga lebih aman.

 Sistem pembelian hewan kurban atau untuk pembayaran denda (dam) di Mekkah umumnya dilakukan melalui lembaga swasta yang secara khusus menerima titipan amanat untuk pembelian, pemotongan, dan distribusi hewan kurban. Namun, ada pula jemaah haji yang membeli langsung ke tempat-tempat penjualan hewan kurban, baik yang ada di sekitar Mekkah maupun Mina. Untuk mendapatkan hewan yang hendak dipotong, kita bisa langsung datang ke lokasi dan melakukan transaksi di tempat. Sebaiknya lebih mudah & murah jika dikoordinir melalui ketua rombongan atau pengurus KBIH yang kita ikuti. Cara lain dengan melakukan pembayaran melalui Bank. Salah satunya adalah Bank Ar Rajhi, yang memberikan layanan khusus pembayaran dam. Ar Rajhi mematok harga 400 riyal untuk seekor kambing atau domba. Harga tersebut termasuk biaya pemotongan, serta pendistribusian. Selain di kantor Bank yang bersangkutan, loket pembelian bisa ditemukan di Mina.

DSC00490 Onta di tempat pemotongan hewan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: