Dewirahmawati8's Blog

Ada Apa di kamar Hotel Madinah?

Posted on: May 1, 2013

Hotel Al Amri Palace adalah hotel Madinah tempat kami menginap, dekat dengan Movenpick. Para jamaah menunggu di lobi hotel dan ketua rombongan mengambil kunci. Ternyata sampai di lantai atas hotel Madinah, siapa duluan naik ke atas dan mendapat kunci dia bisa memilih kamar. Tidak seperti di maktab Mekkah masih tertib dan ditentukan berdasarkan regu. Saya sendiri tidak mendapatkan kunci, jadi ngikut saja siapa yang sudah dapat kamar. Sebagian besar bersama grupnya juga ketika di maktab Mekkah namun ada yang terpisah. Teman kamar juga mengajak sekamar saja lagi namun karena di Mekkah 5 orang/perkamar dan ketika di Madinah kebagian kamar hanya 3 tempat tidur/kamar, sehingga tidak memungkinkan bersama lagi. Lagipula nenek  lebih baik di dahulukan mendapat kamar mereka pasti lebih lelah. Saya santai saja berdiri dan menunggu tidak berebut kamar, sehingga termasuk orang terakhir yang mendapatkan kamar.  Akhirnya ada juga tempat tidur yang kosong sehingga saya dapat kamar. Hanya semalam saya tidur di kamar tersebut, kemudian pindah ke kamar sebelah tempat rombongan 8.  Berawal dari Bu haji di kamar kami ingin pindah, karena kamar tersebut terlalu sempit, banyak orang dan tidak ada kamar mandi di dalam. Ketika ke kamar mandi di luar juga harus ngantri dengan jamaah lain. Kemudian ketika ada kamar yang lain hanya 2 orang dan tempatnya masih luas serta ada kamar mandinya di dalam, beliau ingin pindah.  Tapi tak disangka ketika di mesjid Bu lili dan Bu Iriana yang menempati kamar tersebut, menawarkan saya sekamar bersama mereka. Saya jadi bingung, karena saya tidak mencari kamar. Ternyata kedua ibu haji tersebut sudah bilang sama Ibu yang ada di kamar saya kalau Dewi yang akan menempati kamar bersama mereka. Mungkin mereka merasa nyaman jika sekamar sama saya karena sudah mengenal saya dibanding Ibu haji satunya.  Di kamar lama juga ibu-ibu haji lain mendukung Dewi saja yang pindah kamar.  Kemudian Bapak-Bapak rombongan 7 di depan kamar lama membantu memindahkan tempat tidur saya ke kamar rombongan 8.  Ini namanya rezeki tidak terduga, Allah memberi kenyamanan di kamar yang baru sekamar hanya bertiga dan kamar mandi di dalam. Sabar berbuah manis. Selama di Madinah, saya pasang jemuran di kamar mandi atau kalau mau cepat kering di jendela kamar hotel.

hotel madinahGambar 1. Hotel tempat saya menginap di Madinah

Di bulan terakhir menjelang keberangkatan, saya di pindah dari rombongan 8 menjadi rombongan 7. Awalnya saya sempat kecewa, ketika ada sms kalau saya dipindahkan ke rombongan 7, bayangkan tidak satupun orang yang saya kenal di rombongan 7, otomatis saya juga harus berganti warna tali tambang yang digunakan untuk pengikat koper sebagai identitas rombongan agar tidak tertukar.  Berbeda dengan rombongan 8 yang sudah saling kenal dan ketika manasik di Puncak Bogor lebih mendekatkan kami.  Oh..ya kami grup single terdiri gadis, janda dan Ibu tanpa suami yang ikut haji bisa barengan, ternyata kami semua terpisah jadi rombongan yang tak sama lagi. Sehingga ketika di Mekkah teman kamar adalah orang-orang pertama yang saya kenal. Pertama di Mekkah juga masih asing dengan rombongan 7 dan harus mau belajar beradaptasi. Apalagi mereka orang-orang yang lebih tua dari saya sehingga saya harus menyesuaikan diri, ini yang sedikit sulit dan perlu waktu. Selain itu dalam satu regu 11 orang, mereka semua berpasangan, nah…saya orang yang ke sebelas. Memang sebaiknya pergi bersama perempuan dengan perempuan lagi atau laki bersama laki-laki, sehingga bisa selalu bersama. Karena satu rombongan satu lantai maktab dan satu bis jika pergi berziarah, akhirnya saya mulai mengenali mereka satu persatu.  Terkadang apa yang kita suka belum tentu baik untuk kita, semua pasti ada hikmahnya.  Hikmahnya dari hal tesebut, saya jadi lebih banyak teman baik dari jamaah rombongan 7 dan 8.  Sedangkan rombongan 4, 5 dan 6 di hotel lain terpisah karena jamaah satu yayasan ada 203 orang.  Di banding rombongan lain, hotel kami lebih bersih dan bagus. Terimakasih ya Allah,  atas segala nikmat, karunia, dan kemudahan yang telah engkau limpahkan.  Semoga ibadah ini yang jelas jauh dari sempurna bisa Engkau terima.

DSC00844Gambar 2. Tempat tidur di dalam kamar hotel Al Amri Palace Madinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: