Dewirahmawati8's Blog

Happy Ending

Posted on: April 25, 2013

Lewat tengah malam pesawat Saudi Arab Airlines mendarat di bandara Soekarno Hatta. Alhamdulillah penerbangan tidak ada kendala. Selanjutnya adalah pemeriksaan pasfor, sebelum masuk ke dalam bandara. Beberapa jam para jamaah haji menunggu di ruangan bandara, sehingga sholat shubuh di bandara. Para pembeli uang riyal menawarkan jasanya jika ada yang masih punya sisa riyal mereka akan beli. Saya tidak menjualnya karena hanya ada beberapa ratus riyal dan akan diberikan ke nenek saya yang akan umroh di awal tahun. Nenek berangkat bersama tante dari Bandung. Sambil menunggu saya menikmati segelas susu hangat yang di beli di bandara sebagai sarapan pagi.

Ketika bis tiba menjemput, para jamaah dipersilahkan naik bis sesuai rombongan. Koper besar para jamaah terpisah dengan bis yang kami ikuti. Saya satu kursi sama Bu Hani. Sebelum bis jalan, Bu Hani sempat berkata “wi, liat tuh di bis sebelah bapakmu”. Saya pun menengok ke jendela, ternyata benar kakek Bagio duduk bersama ustad Rauf. Saya hanya bisa berkata sama Bu Hani “kasian beliau hidupnya tergantung obat dan baguslah duduk sama Pak ustad supaya bisa cerita banyak”.  Saya pernah keluar masuk apotik untuk mencari obat dan susu diabetes beliau susahnya minta ampun.

Terlihat dari wajah para jamaah di dalam bis semua bergembira, pergi dan pulang kita bersama.  Dering telpon saling sahut menyahut. Bu widodo dari kursinya berteriak “Dewi, kamu masih ingat jalan pulang tidak?” ,  kata saya “masih donk bu, kalau lupa saya pulangnya ke rumah ibu saja he…he..”. Bu widodo adalah istri dari kepala regu saya, sesuailah dengan profesinya guru mengayomi dan ramah. Saya juga mengetahui tentang beliau dari kek Bagio, walaupun kita sering bareng tapi saya tak pernah bertanya pekerjaannya sama bu widodo. Beliau juga suka bayarin kalau bareng naik bis/mobil ke Masjidil Haram.  Kebetulan keluarga kakek Bagio kenal dekat dengan Bu widodo. Waktu di bandara kedatangan Jakarta saja istri kakek Bagio nelpnya ke Hp bu widodo karena nelp ke hp beliau gak tersambung.

Sampai di asrama haji Bekasi tidak ada proses apapun langsung pembagian satu botol air zam-zam 5 L/jamaah dan mengambil koper masing-masing di ruang sebelah. Kakek Bagio yang mengurus koper saya, karena beliau sudah mendapatkan troly sehingga koper kita dijadikan satu. Untuk bisa dapat troly harus berebut dan ngantri karena banyak koper lain juga memerlukan untuk didorong sampai mobil.  Agar efisien satu koper lagi masih muat sehingga sekalian koper Bu Lilis juga diangkut di troli yang sama. Di luar asrama saya bertemu keluarga Kek Bagio. Petugas troly mengantarkan koper Bu Lilis terlebih dahulu kemudian ke arah mobil Pak bagio. Akhirnya koper Kek Bagio dan saya masuk ke bagasi mobil. Rumah saya dan Kek Bagio tidak begitu jauh hanya ± 500 m. Di dalam mobil istri dan anaknya Kek Bagio heboh saling menanggapi ketika saya menceritakan prilaku Kek Bagio selama di tanah suci. Kakek Bagionya sendiri hanya ketawa ketiwi. Meylanda, anak bungsu kek Bagio minta nomor pin BB saya karena saya juga cerita tentang Ibu gurunya Bu Nur (saya manggilnya Bu widodo, pakai nama suaminya).  Tanpa sungkan saya menyatu dengan keluarga Kek Bagio. Tidak terasa setelah panjang lebar cerita sampai juga di rumah saya, keluarga Kek Bagio saya persilahkan mampir namun mereka menolak karena mau buru-buru sampai rumah juga.

Pagar rumah masih dikunci karena semua penghuninya menjemput saya ke asrama haji namun kejebak macet, ketika saya hubungi dan bilang sudah menumpang di mobil Kek Bagio, sehingga mereka putar balik. Saya pun menunggu di depan pagar beberapa saat. Akhirnya setelah sebulan lebih bisa kembali ke rumah. Saya belum juga bongkar koper tapi di rumah sudah berjejer oleh-oleh haji yang siap dibagikan ke tetangga, mamah memang inisiatif sendiri sudah mempersiapkan semuanya. Ada paket terdiri dari kurma, kacang arab, tasbih, dan air zam-zam. Yang dapat sajadah arab made in turki ada juga. Itu semua juga dipesan oleh mamah dari orang Arab. Perhatian dan kasih sayang seorang mamah itu lebih besar daripada jabal-jabal yang ada di Mekkah. Semua happy ending dan tinggal kita lihat apakah ada perubahan yang lebih baik dari diri saya dan mengaplikasikan makna haji dalam kehidupan sehari-hari? Saya bukan malaikat masih bisa terpeleset, tolong diingatkan! Semoga kita semua istiqomah dan khusnul khotimah. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: