Dewirahmawati8's Blog

City tour Madinah (part 1)

Posted on: April 17, 2013

Hal yang kontras selama di Madinah adalah udara dingin namun matahari cerah sehingga saya keluar hotel selalu memakai jaket dan kali ini saya memakai sarung tangan. Walaupun dingin tak menghalangi para jamaah untuk bersiap-siap segera naik bis karena hari ini ada city tour Madinah mengunjungi masjid Quba, Qiblatain, Kebun Kurma dan Jabal Uhud.

Parkir bis pertama di halaman belakang Masjid Quba. Jarak masjid ini tidak terlalu jauh dari kota Madinah hanya ± 3 km. Keutamaan masjid Quba yaitu Masjid Masjid tertua di Madinah dibangun Rasulullah SAW bersama para sahabatnya dan shalat 2 rakaat disini pahalanya sama dengan pahala beribadah umrah. Saya antusias melihat bangunan Quba dengan tidak lupa mengambil gambarnya. Ketika jamaah lain sholat, saya asyik sendiri dengan kamera berkeliling di sekitar masjid, Pak Mulyadi (pembimbing) menyuruh saya untuk sholat buruan,  kemudian saya tersenyum dan berkata “sedang cuti pak ustad ada ‘tamu bulanan’ “. Dalam hati saya bergumam “perhatian sekali pak ustad sama anak buahnya”. Saya melanjutkan potrat potret karena keingintahuan melihat muka masjid maka saya harus turun tangga dan menyebrang jalan untuk mendapatkan gambar masjid Quba dari depan. Ternyata banyak juga yang berjualan di sekitar masjid ini, berjejer toko-toko kurma di dekat parkiran. Hari ini saya tidak ada niat belanja sehingga betul-betul menikmati perjalanan sehingga tidak banyak bawaan.

qubaDSC00815

Gambar 1. Masjid Quba tampak depan (atas) dan belakang (bawah)

Perjalanan selanjutnya setelah dari masjid Quba adalah masjid Qiblatain yang mempunyai nilai historis yaitu ketika Rasulullah SAW mendapat wahyu untuk merubah kiblat dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram. Berdasarkan peristiwa tersebut maka masjid itu diberi nama Qiblatain, karena Rasulullah SAW Shalat dzuhur 2 rakaat menghadap ke arah Masjidil Aqhsa dan 2 rakaat menghadap ke arah Masjidil Haram. Di luar masjid ini banyak pedagang yang menggelar jualannya dari kaos kaki, jilbab, minyak harum, tasbih, jaket dll.  Hanya sebentar singgah di masjid Qiblatain, bis kemudian meluncur ke perkebunan kurma.

qibla

Gambar 2. Masjid Qiblatain atau masjid 2 kiblat di Madinah

Di perkebunan menyediakan kurma yang langsung dapat di petik dari pohon. Pemandangan sekitar selain dipenuhi dengan pohon-pohon kurma juga terdapat perbukitan dan jalanannya masih berpasir.  Pertama kali melihat pohon kurma seperti pohon kelapa sawit, tapi sayang ketika saya berkunjung ke sini tidak sedang berbuah. Biasanya pohon-pohon kurma tersebut mulai berbuah tiap bulan Ramadhan. Semua pengunjung ketika datang di kebun tersebut disuguhi minuman teh panas, susu dan kopi Arab. Minuman tersebut cukup menghangatkan ketika angin semilir kencang dan cuaca dingin. Di sekitar kebun tersebut terdapat sebuah bangunan berukuran sekitar ± 200 m2 yang menyediakan berbagai macam oleh-oleh kurma. Harga kurma relatif mahal di kebunnya di banding pasar kurma. Ada kejadian yang tidak mengenakkan di sini, secara tak sengaja saya menginjak kaki salah seorang jamaah bani saleh karena saya menginjak biji kurma jadi licin dan kedua tangan memegang minuman panas sehingga keseimbangan badan terganggu. Namun saya tidak kenal siapa beliau, beliau ngomel walaupun saya sudah meminta maaf, kemudian saya pergi tanpa memperhatikan raut wajah dan omelannya.  Tidak semua harus dikomentari, lisan orang lain sudah ada yang memperhatikan sedangkan lisan sendiri kita yang coba mengendalikan.  Hal ini saya ceritakan sama Bu Hani dengan wajah sedih ketika di bis, karena merasa masih tidak enak & bersalah sama ibu tadi yang saya injak kakinya. Bu Hani pun kemudian menghibur saya dan berkata “sudah gpp wi, yang penting kamu sudah minta maaf dan kejadian itu juga tidak disengaja”.

kebun kurma

DSC00823

Gambar 3. Perkebunan Kurma di Madinah

Rute berikutnya ialah Jabal Uhud yang terletak ± 5 km dari kota Madinah. Jabal Uhud tercatat dalam sejarah Islam karena di Jabal inilah terjadi Perang Uhud di antara muslim sebanyak 700 orang melawan kafir Quraisy 3,000 orang. Dalam peperangan ini dari pihak muslimin gugur sebanyak 70 orang syuhada termasuk paman Nabi Hamzah RA.  Lokasi kuburan para Syuhada tersebut dimakamkan di area sekitar Jabal Uhud sehingga kita mengucapkan salam jika kesini. Berada di bukit ini, terbayang betapa besarnya pengorbanan Rasulullah SAW dan pengikutnya untuk menegakkan syiar Islam. Banyak cenderamata yang dijual sekitar Jabal Uhud, kebanyakan para jamaah setiap kunjungan tanpa rasa bosan berbelanja, sedangkan saya sendiri memilih untuk naik sampai puncak Jabal Uhud. Sempat juga saya mengajak jamaah lain untuk naik, tapi pada tidak mau karena cape, malas atau tidak kuat. Walaupun sendirian saya senang bisa merasakan jadi anggun/anak gunung.  Masjid Al-Fash di kaki bukit terlihat indah dari atas bukit.  Melihat pemandangan dari atas Jabal Uhud suatu pengalaman yang tidak terlupakan, sangking menikmatinya tidak cepat-cepat turun dari bukit. Baru sadar bahwa saya bisa ketinggalan bis ini, akhirnya saya lari-lari ketempat parkiran. Ternyata benar, saya adalah orang terakhir yang naik bis. Bis pun mulai bergerak dan melanjutkan perjalanan mengejar waktu dzuhur di Masjid Nabawi.

jabal uhud

Gambar 4. Jabar Uhud yang terkenal dengan perang Uhud, 70 Syuhada gugur di medan perang tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: