Dewirahmawati8's Blog

Tawaf wa’da bukan akhir dari segalanya

Posted on: April 5, 2013

Seharian saya di Masjidil Haram sampai malam, rencananya besok melanjutkan perjalanan ke Madinah sehingga jamaah harus melakukan tawaf wa’da. Tawaf wa’da adalah tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Mekkah. Saya melakukan tawaf wa’da pada malam hari setelah sholat isya di pelataran ka’bah, ada rasa sedih harus berpisah dengan tanah suci. Tawaf terakhir, cukup lama saya memandang ka’bah untuk terakhir kalinya dan mata ini pun berkaca-kaca, berat hati rasanya untuk cepat-cepat beranjak dari tempat ini. Ya…Allah terimakasih saya sudah di izinkan menjadi tamuMu dan kening ini pasti rindu sujud di rumahMu kembali. Dalam panggilanMu, hamba selalu berharap keikhlasan semata-mata mencari ridhoMu dalam memperoleh kemabruran. Hamba dengan keterbatasan waktu, berusaha memaksimalkan ibadah di tanah suci ini.

Lumayan malam, saya baru pulang ke maktab dengan berjalan kaki.  Setiap kali pulang dari Masjidil Haram, kita akan melihat rombongan orang-orang yang berjalan pulang ke maktab masing-masing, serasa melihat miniatur kehidupan setelah kebangkitan dari alam kubur.  Jadi ingat sebelum pergi ke Mekkah, nenek saya mengadakan pengajian untuk saya di rumahnya dengan mengundang ustad, keluarga dan tetangga.  Hal yang sama dilakukan di kantor, tanpa tahu satu sama lain sebelumnya ternyata Direktur dan 2 rekan lainnya juga naik haji pada saat yang sama dengan saya sehingga kita mengadakan Walimatul Safar berbarengan di kantor. Karena saya sebulan menjelang keberangkatan baru memberitahu kantor dan teman-teman. Sebelum makan siang bersama, semua karyawan mendengarkan ceramah pak ustad, selanjutnya salam-salaman.  Air mata tidak  bisa dibendung ketika berpamitan, meminta doa dan meminta maaf.  Mengingat kepergian haji adalah perjalanan ‘kematian’ karena kita tidak pernah tau apakah bisa kembali atau pulang tinggal nama. Semoga kelak kami pulang ke tanah air menjadi haji mabrur dan jika harus pulang kepangkuanMu dalam keadaan khusnul khotimah. Aamiin.

Tawaf wa’da bukan akhir dari segalanya karena masih ada tanggung jawab moral kita sebagai jamaah haji untuk metamorfosis diri.  Mekkah adalah  kampus singkat yang menggembleng para jamaah untuk terus berjuang menjadi lebih baik,  ingat pepatah  “Tanpa Perjuangan Kupu-Kupu Tidak Akan Pernah Terbang”.  Kesempatan merasakan dan bergelut dalam dinamika kehidupan Mekkah merupakan sebuah proses metamormofis untuk menjadi kupu-kupu dewasa.  Kehidupan nyata yang penuh dengan lika-liku hidup dan membutuhkan banyak pengorbanan mengharuskan manusia untuk membentuk dirinya dengan sebaik mungkin.   Metamormofis dari bentuk awal ulat yang buruk rupa hingga menjadi sesuatu yang cantik, seperti kupu-kupu yang melambangkan keindahan dan kerendah hatian. Kebiasaan yang baik di Mekkah dapat di bawa ke tanah air dan melahirkan kupu-kupu cantik yang lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: