Dewirahmawati8's Blog

Oleh-oleh berjangka panjang dari tanah suci Mekkah

Posted on: March 26, 2013

Sangking seringnya jalan kaki sehingga jadi hafal jalanan ke Masjidil Haram, walaupun pergi dan pulang menggunakan jalan berbeda. Sambil jalan saya bisa melihat toko-toko penjual pernak pernik yang menggoda mata para pejalan kaki untuk mampir berbelanja. Karena pada umumnya oleh-oleh haji/umroh identik dengan barang bawaan dari Tanah Suci seperti kurma, air zam-zam, tasbih, sajadah, karpet, baju, Qur’an dll. Bisa kita lihat yang paling konsumtif artinya jamaahnya paling banyak belanja adalah jamaah asal Indonesia.  Selain itu jumlah jamaahnya memang banyak.  Ada yang oleh-olehnya sampai berkarung-karung sehingga dikirim melalui kargo.  Setibanya di tanah air, jika tidak semua orang kebagian oleh-oleh, ada yang akhirnya belanja di Tanah Abang sebagai gantinya.  Saya juga belanja namun tidak melebihi kapasitas koper, karena belanja bukanlah tujuan utama ke Mekkah.

 Bila mengikuti perkembangan zaman yang sudah semakin canggih, kita bisa memanfaatkan teknologi dengan satu CD (Compact Dist) kita masih bisa berbagi. Walaupun oleh-olehnya abstrak, setidaknya yang sudah pergi haji mengingatkan kembali kenangan masa lalu dan yang mampu tapi belum ke tanah suci tergerak hatinya untuk menunaikan umroh/haji,  serta yang belum punya kemampuan bisa merasakan aroma wangi tanah suci .  Pokoknya semua bisa mengambil ibroh dari perjalanan haji saya. Kesalahan dan kehinaan hanya milik saya pribadi sehingga menjadi pembelajaran dan kebenaran datangnya dari Allah SWT.

 Teringat hadis Nabi SAW pernah bersabda “Demi Allah, hadiahmu jika kamu berhasil menjadi perantara hidayah Allah bagi satu orang saja maka lebih baik dari Onta merah (kendaraan mewah di zaman nabi)” [HR. Bukhori].  Jadi seandainya kita hitung zaman sekarang, kendaraan termahal setara sebuah Onta merah seharga 16 milyar.  Subhanalloh, dengan ikut menjadi bagian orang yang menyebarkan dakwah, kita bisa mendapatkan pahala senilai Onta merah.  Yeah….menjadi hartawan kita butuh proses, namun menjadi dermawan bisa saat ini juga. Dermawan tidak hanya berupa uang, tapi juga bisa ilmu, pengalaman, tenaga, memberi kebaikan dan sehingga menjadi hidayah bagi orang lain.  Seorang bijak pernah berkata tentang mutiara hikmah “siapa yang mengambil pelajaran dari yang sedikit, maka dia tidak membutuhkan yang banyak”  dan “Barangsiapa melihat maka dia tahu, barangsiapa merenung maka dia mengambil pelajaran”.  Berdasarkan hal tersebut,  saya mempunyai ide untuk menulis diary Dewi Mekkah-Madinah dan mengambil foto-foto yang bisa bercerita, selain mengingatkan diri sendiri juga bermanfaat bagi orang lain kelak. Mudah dibawa, diupload atau dikirim via email.  Ini juga bisa dijadikan oleh-oleh dari tanah suci yang berjangka panjang. Tanpa kehadiran saya atau ketika saya telah menutup mata tidak bisa melihat dunia lagi namun dunia masih bisa melihat kenangan itu masih ada. Mereka cukup melihat dan membaca bisa mengetahui gambaran Mekkah & Madinah selama kegiatan haji, serta berharap bisa menginspirasi semua orang melalui oleh-oleh haji ini. Setidaknya menjadi tabungan kebaikan jangka panjang. Karena setiap orang pasti mempunyai cerita yang berbeda-beda.  Dalam perjalanan haji selain memanfaatkan waktu untuk ibadah, kita bisa berbagi ke dunia luar, terutama keluarga yang tidak bisa bertemu namun bisa merasakan cerita dan mengambil hikmah dari setiap cerita tersebut.

 Selama 40 hari kami jamaah haji mengejar pahala dari yang wajib sampai sunnah. Keterbatasan ilmu bukan jadi penghalang, maklumlah saya bukan Sarjana agama ataupun ustad, dari tata bahasa pun saya bukan sarjana bahasa. Dengan segala kekurangan yang ada maju terus. Semua mengalir apa yang saya lihat dan pikirlan kemudian ditulis. Saya menyadari bahwa dengan menulis kita meninggalkan jejak dalam kehidupan ini. Di sini saya menempatkan diri sebagai orang bodoh, cari informasi sebanyak-banyaknya sehingga harus mau belajar karena semakin kita tau semakin banyak hal yang tidak kita ketahui, karena ilmu Allah itu sangat luas.

 Oleh-oleh dari tanah suci yang terpenting adalah metamorfosis diri sendiri ke arah yang lebih baik.  Sebagaimana Iman mengajarkan pengenalan dengan hati, penuturan dengan lisan serta pengamalan melalui anggota badan. Haji yang mabrur adalah dambaan semua umat muslim, namun kemabruran haji hanya Allah yang tahu. Diri kita sendiri yang harus menjemput dan mempersiapkan diri agar dimudahkan dalam meraih ibadah haji mabrur baik fisik maupun mental. Semoga jalan kebaikan bersama kita semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: