Dewirahmawati8's Blog

Pergi naik haji = keliling dunia

Posted on: March 19, 2013

Ketika bulan Dzulhijjah tiba adalah saat yang paling ditunggu umat muslim seluruh dunia untuk menunaikan ibadah haji.  Jika zaman dulu untuk keberangkatan jamaah haji memakai jas biru muda, maka sejak tahun 2011/1432 H setiap yang akan pergi ke tanah suci diberi batik seragam haji.  Hal ini berlaku untuk seluruh jamaah Indonesia.  Batik tersebut berwarna kombinasi putih, hijau toska, dan ungu. Jamaah di beri kain batik dan menjahit sendiri, karena kain hanya cukup untuk baju atasan saja sehingga saya menambahkan sendiri kain hitam agar bisa dibuat gamis so jadilah baju modifikasi ala dewi. Banyak Ibu-ibu yang memuji baju saya karena unik dan berbeda sendiri modelnya dari jamaah lain. Berangkat dari rumah menggunakan batik ini, namun jika keberangkatan masuk kategori  gelombang 2 yaitu langsung ke Mekkah para jamaah pria sudah berganti pakaian ihram di bandara Indonesia karena akan mengambil miqot di atas pesawat.

Masing-masing negara memiliki seragam yang unik seperti Cina, India, Turki, Nigeria, Amerika dll. Senangnya melihat muslimah warga asing, apalagi sudah cantik fisik dan berbalut baju muslimah nampak anggun. Di Mekkah kalau jamaah haji muslimah asal Indonesia identik dengan pakaian & mukena berwarna putih. Hal tersebut tidak berlaku untuk semua negara, mereka ada yang pakai penutup aurah warna merah muda, abu, krem, dan hitam untuk sholat.

Ibadah haji mengajarkan manusia bahwa kemuliaan tidak diukur oleh pakaian lahiriah (fisik dan kekayaaan harta) melainkan pakaian takwa. Dalam memenuhi panggilan Allah, pakaian ihram seragam (tidak berjahit dan berwarna putih) menggambarkan kesederhanaan, kesucian hati dan jiwa, serta rendah hati yang harus ada pada setiap orang beriman dalam hidup di dunia ini.  Kita bawa mati pun hanya selembar kain kafan sehingga manusia di sisi Allah tidak dinilai dari pakaian yang membalut jasadnya namun bekal amalnya.  Kaya-miskin, direktur-kuli, cakep-jelek, kita semua sama di hadapanNya. Oleh karena itu saya tidak pernah bertanya keduniawian kepada sesama jamaah seperti anda kerja dimana, posisi anda sebagai apa, rumah di mana dll kecuali orang tersebut bercerita sendiri. Lebih banyak jadi pendengar, kecuali kalau ada yang bertanya saya jawab. Selain itu kesederhanaan yang diajarkan dalam syariat haji juga mencakup kesederhanaan dalam perkataan dan perbuatan.  Nilai kesederhanaan juga bisa kita lihat dalam rangkaian ibadah haji meliputi dalam pakaian, makanan, minuman, kendaraan, tempat tinggal dan lain-lain.

Mekkah Al mukaromah tempat bertemu umat muslim dari berbagi penjuru dunia.  Selain di Masjidil Haramnya sendiri, setelah ibadah bisa kita lihat sepanjang jalan menuju masjid terdapat penjual pakaian, karpet, restauran, aksesoris gantungan kunci, tasbih dll yang di penuhi oleh para jamaah dari berbagai kalangan di dunia. Saya pribadi tidak terlalu banyak belanja tapi senang lihat-lihat saja karena rasa ingin tahu yang tinggi. Di Mekkah, saya lebih banyak ke arah kuliner. Makan itu wajib karena memang di maktab Mekkah tidak di beri makanan.  Di negara Arab ini tersedia dari makanan kulit hitam sampai kulit putih, paket komplit deh.  Biasanya saya menikmati es krim, jus atau kebab setelah sholat, kalau yang berat adalah makanan Arabnya karena porsinya banyak tidak akan habis di makan sendiri seperti sepiring nasi bukhori dan ayam bakar harganya 11 SR. Walaupun banyak rumah makan Indonesia tapi sekali-kali saja saya mampir tidak wajib tiap hari, karena ingin mencicipi makanan orang luar, kadang memang tidak cocok dengan lidah Indonesia yang penting sudah mencoba. Selain di rumah makan, di pinggir jalan pun banyak yang menjajakan makanan, bahkan yang halal (gratis) pun ada. Saya takut sakit perut sehingga kalau makanan yang di pinggir jalanan saya hanya liat-liat saja, hanya sekali pernah beli itupun baso yang kuahnya masih panas. Kalau sakit pastinya repot dan merepotkan orang lain juga, jadi lebih baik mencegahnya. Di Mekah otomatis berat badan naik, rekor tertinggi dalam sejarah hidup 52 kg.  Padahal biasanya BB 49, mungkin karena  hati senang, tidak sakit, pikiran bebas, makanan segala masuk dan tidak bekerja tapi salary tetap masuk ke rekening he…he…Kalau di Indonesia saya makan 2x/hari dan puasa senin kamis, sedangkan di Mekah bisa makan 3x/hari bahkan lebih plus jarang puasa. Di Mekah bagiku adalah surga dunia yang merupakan rangkaian ibadah, menabur benih amal dalam kebaikan, jalan-jalan, makan dan tidur.  Pokoknya benar-benar menikmati hidup. Selain itu mencuci segala dosa dengan beristighfar selama Tawaf sambil memandangi Ka’bah yang mulia.

 Bagi saya pergi naik haji = keliling dunia dimana tawaf merefleksikan penduduk bumi dan langit yang mengitari ka’bah, bertemu dengan jamaah muslim seluruh penjuru dunia, sehingga lebih hemat (tenaga, waktu dan dana) serta berpahala besar. Berbeda sekali kesan yang didapat ketika di Mekkah dengan jalan-jalan ke luar negeri yang lain. Kalau pun anda punya uang lebih, sebaiknya ke Mekkah saja .

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: