Dewirahmawati8's Blog

Haji adalah perjalanan kesabaran (Edisi Wukuf di Arafah)

Posted on: February 27, 2013

Sambil menunggu waktu sholat berikutnya, saya suka jalan ke luar Masjidil Haram hanya untuk sekedar melihat-lihat sekeliling masjid atau masuk ke dalam gedung-gedung yang ada di depan Masjidil Haram.  Sebagian besar adalah mall, restourant, apotik, dan hotel.  Tempat favorit saya adalah di  Abraj Al Bait, sambil menikmati makanan atau hanya numpang ke toilet yang berada di lantai 2.  Karena tempat ini aman ada sekurity 24 jam dan nyaman serta terjamin kebersihannya. Jam 2 malam pun kita tidak takut untuk pergi sendiri ke toilet makanya saya hanya pernah sekali ke toilet Masjidil Haram selama di Mekkah.  Selain jauh dan rada serem juga sehingga tidak disarankan pergi sendirian karena toilet perempuan berada di lantai dasar masjid.

Makanan di gedung ini  bervariasi dari cepat saji sampai diolah dulu, namun relatif mahal di banding tempat lainnya sehingga tidak terlalu ramai dikunjungi oleh jamaah Indonesia.  Memang wajar kalau banyak orang asing yang masuk sini karena kualitas barang yang di jual kelas tinggi dengan harga melangit dan kondisi mall nyaman tidak berdesak-desakan. Di dalam gedung tersebut ada perahu untuk tempat makan dan mini kereta gantung yang berputar.   Jika dari luar masih di komplek Abraj Al Bait kita bisa melihat Jam raksasa di puncak gedung yang duduk di atas Mekkah Royal Clock. Subhanalloh….Jam ini memiliki ketinggian 577 meter ini, ini merupakan jam raksasa yang memegang rekor sebagai jam terbesar di dunia, ukuran besarnya bahkan telah mengalahkan ukuran jam Big Ben di Inggris. Jamnya sendiri berdiameter 40 meter. Selain itu, jam ini juga berwajah empat karena selain menghadap ka’bah, tetapi juga ada tiga jam lain di tower itu yang menghadap ke tiga arah lainnya, yang mengikuti bentuk segi empat permukaan dinding tower tersebut. Jam tersebut diterangi dua juta lampu LED serta dilengkapi huruf Arab ukuran besar yang bertulis lafadz Allah. Selain suara adzan yang terdengar  sebagai pengingat waktu sholat, maka lampu itu akan bersinar kelap kelip hijau dan putih yang berkilauan setiap saat datang waktu shalat.  Jam tersebut akan berjalan berdasarkan Standar Waktu Arabia (AST), yang tiga jam mendahului GMT (Greenwich Mean Time).  Suara azan yang keluar dari jam bisa terdengar hingga 7 Km.  Sementara nyala lampu hijau dan putih saat adzan bisa terlihat hingga jarak ± 30 Km.  Wajah jam berganti warna. Bila siang, wajah jam berwarna putih.  Bila malam menjadi hijau dan putih.

Ketika melihat jam berarti saya diingatkan bahwa jam kehidupan di dunia ini hanya sementara ada masa kontrak yang akan habis dan kelak kita mempertanggung jawabkannya di hari perhitungan. Dunia adalah tempat kita menanam dan menyiapkan bekal, pada waktunya kita akan mendapatkan hasilnya.  Semoga diri ini bisa selalu mengingat waktu, berarti mengingat mati dan selalu melembutkan hati.  Sesuai dengan ayat Allah “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.  Kami akan menguji kamu dengan keburukan & kebaikan sebagai cobaan & hanya kepada kamilah kamu di kembalikan”  (Qs. Al-Anbiyaa’ : 35). Yang jelas kematian tidak dapat mengubur perbuatan baik seseorang.

Image

Gambar : Tenda Haji di Arafah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: