Dewirahmawati8's Blog

Merengkuh Nikmatnya Mekkah Al-Mukaromah (Edisi Masjidil Haram 2)

Posted on: February 20, 2013

Image

               Ini salah satu foto teras samping Masjidil Haram. Masjidil Haram tidak asing buat kita umat islam. Di sanalah peradaban Islam bersinar ke seluruh bumi Allah ini. Masjidil haram selalu terjaga yang Insya Allah akan terjamin keamanannya hingga akhir zaman. Di sana ada Baitullah yang menjadi kiblat umat Islam sejagat, ke arah inilah setiap saat wajah-wajah mukminin mukminat terarah, menghadapkan wajahnya kepada simbol rumah Allah. Masjidil Haram ini tak pernah sepi dikunjungi jutaan manusia dari berbagai penjuru dunia, tak heran, banyak yang ketagihan dan merasakan rindu yang mendalam ketika sudah merengkuh nikmatnya shalat di Masjidil Haram tepat di hadapan Baitullah. Saat pertama kali melihat ada rasa kagum dan berbagai perasaan berkecamuk. Inilah tempat yang paling dimuliakan dan bukti nyata yang masih berdiri serta menyimpan sejuta cerita masa lalu. Bagi umat Islam, melaksanakan ibadah haji merupakan kewajiban. Tak heran, antusiasme umat Islam melaksanakan ibadah haji demikian besar. Namun, ada semacam fakta menggelitik bahwa jamaah haji Indonesia kebanyakan berusia tua. Padahal, jumlah kaum muda dengan tingkat ekonomi tergolong mampu hanya sedikit yang berhaji. Generasi muda belum menjadikan ibadah haji sebagai prioritas kendati mereka secara ekonomi mampu berhaji. Dengan alasan kesiapan mental menjadi haji dan materi masih terpecah untuk kebutuhan lainnya. Tapi memang panggilannya yang belum ada. Yo…yo…Yang terpanggil maka akan dicukupkan oleh Allah untuk datang  ke Baitullah, bukan yang cukup dia terpanggil.

                Selama di Masjidil Haram jika kita perhatikan banyak orang yang berlomba-lomba dalam kebaikan artinya memaksimalkan ibadahnya di tanah suci. Selain sholat, mengaji, dzikir tawaf, banyak cara lain diantaranya memberi makanan, menuangkan air zam-zam di gelas dan dibagi-bagikan kepada jamaah yang tawaf (ini biasanya di lantai atas), memberikan tempat sholatnya kepada orang lain, membantu yang sudah sepuh, memberi jalan kepada orang lain, tetap tersenyum walaupun kaki diinjak jamaah lain dll.

            Menikmati estapet perjalanan jauh tidak terasa, ketika hati lapang. Semua lelah tak ada lagi, karena cinta hamba datang ke rumahMu. Kiloanmeter jarak yang ditempuh bukanlah masalah, karena sepanjang jalan adalah kebahagiaan. Ingat Allah yang tak pernah letih memberikan cinta & pertolongan pada umatNya. Jarak diantara kita hanya sebatas doa…..“Ya Allah dekatkan aku dengan cintaMu dan tunjukkan aku selalu jalan ke Syurga-Mu”.  Seseorang bertanya kepada rasul : Tindakan apakah yang harus dilakukan agar bisa sedekat mungkin dengan Alloh ? Rasul menjawab : bersujudlah karena pada saat itu Allah sangat dekat dengan makhluknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: