Dewirahmawati8's Blog

Cerita antara Bekasi dan Jeddah (part haji)

Posted on: February 12, 2013

             Pagi yang cerah di hari Rabu, tanggal 26 Oktober 2011 merupakan hari pemberangkatan jamaah haji wilayah Bekasi gelombang 2. Kado yang indah di bulan kelahiran saya ke Tanah Suci. Saya dan rombongan Yayasan Bani Saleh berkumpul di Islamic Center  untuk diberikan pengarahan, berdoa bersama dan pelepasan Jamaah Haji.  Setelah selesai acara tersebut, selanjutnya rombongan berbondong-bondong berjalan kaki menuju asrama haji.  Kegiatan di asrama haji adalah pembagian gelang identitas, pasfor, uang saku dan pemeriksaan kehamilan khusus bagi usia subur melalui tes urin (semua ngantri).  Gelang identitas memuat nama, asal embarkasi, nomer kloter dan nomer paspor jangan sampai hilang dan tetap digunakan selama di tanah suci. Jamaah kami tidak menginap di asrama hanya mendapat makan karena sore hari langsung take off menuju Jeddah.

            Setelah sholat dzuhur, jamaah di berangkatkan dengan bis menuju Bandara Soekarno Hatta diiringi rintik hujan dan tangis air mata.  Berkumandang talbiah sepanjang perjalanan.  Setibanya di bandara haji Jakarta, para jamaah turun dari bis dan berbaris menuju pintu pemeriksaan tas kabin.  Usahakan tas kabin tidak berisi cairan lebih dari 100 ml seperti sabun cair/shampo maupun benda tajam agar kita bebas dari pembongkaran barang-barang bawaan. Ketika tas kabin kita tak bermasalah kita bisa langsung masuk ke ruang tunggu haji.  Selanjutnya sesaat sebelum naik ke atas pesawat dilakukan pengecekan pasfor dan boarding pass.

            Pesawat Saudi Airlines membawa kami terbang menuju tanah suci. Perjalanan panjang selama ± 11 jam untuk bisa tiba di Bandara Jeddah King Abdul Azziz Saudi Arabia.  Kapasitas pesawat tersebut cukup besar sehingga bisa mengangkut ± 400 orang jamaah Haji.  Pesawat ini terdiri dari dua lantai terdapat beberapa toilet dan pantry. Tempat duduk yang terdiri dari 3 baris lengkap dengan meja untuk makan dan sekat antar kursi.  Saya duduk berhadapan dengan 2 pramugara, satu orang Indonesia dan satu warga Asing. Terlibat perbincangan diantara kami bertiga, awalnya saya menanyakan kenapa AC nya tidak begitu dingin karena pengalaman saya pesawat luar negri sangat dingin sekali sehingga saya bawa tutup kepala, syal, penutup kuping dan jaket. Pramugara tersebut hanya bilang nanti juga dingin ini baru take off.  Obrolan berlanjut tentang kami masing-masing dan pengalaman pramugara tersebut selama musim haji mereka tidak bisa masuk kota Mekkah dan hanya bisa beristirahat di Bandara karena Kota Mekkah sudah padat sehingga ada pembatasan. Pramugara tersebut juga memberi gambaran kondisi Jeddah, tentang cara belanja dll. Selama di dalam pesawat kami di beri minuman, makanan besar bisa memilih menu ayam atau daging dan pelengkap kue-kue.  Para jamaah mengambil miqot di atas pesawat, karena kami langsung umroh setiba di Mekkah. Di sela-sela waktu perjalanan saya membaca buku dan tidur tentunya.

            Tengah malam rombongan kami tiba di Bandara Jeddah, beda waktu antara Jakarta dan Arab Saudi 4 jam.  Subhanalloh pertama kali menghirup udara Jeddah ada rasa haru dan bahagia. Rasa lelah perjalanan yang cukup lama tak terasa tertutupi oleh rasa syukur bisa selamat dan menjadi tamu Allah SWT. Setelah turun dari pesawat, jamaah langsung menuju ruang tunggu di lantai atas bandara, kemudian pemeriksaan buku kesehatan oleh dokter setempat. Hal ini untuk mengecek bahwa jamaah yang datang sudah vaksinasi meningitis dengan menunjukkan kartu kuning kepada dokter sebagai bukti telah melakukan suntikan tersebut. Tujuan suntik tersebut menciptakan sistem kekebalan tubuh dari penyakit meningitis, untuk menghindari tertular penyakit saat melakukan ibadah. Selain itu perubahan cuaca yang tidak menentu serta debu dapat menjadi salah satu faktor pembawa penyakit salah satunya meningitis.  Setelah selesai di lantai atas, kami turun ke bawah bersiap-siap untuk mengantri pemeriksaan pasfor tahap pertama. Selanjutnya menyusuri jalan terminal haji dan mengambil koper besar. Sebelumnya di tanah air kita sudah memberi ciri khusus dengan pernak pernik di koper kita sehingga memudahkan dikenali ketika mencari koper.  Masing-masing jamaah membawa koper sendiri untuk dipindahkan ke troli kemudian di dorong menuju bis yang akan membawa jamaah ke Mekkah Al-Mukaromah.  Sempat bingung juga untuk bisa mengangkat koper besar dengan berat ±30 kg itu sendirian.   Sedangkan tubuh kita berdasarkan kesehatan hanya boleh mengangkat beban maksimal 1/2 dari berat badan (saat itu berat tubuh saya 49 kg dengan tinggi 160 cm).  Ternyata Allah SWT tidak membiarkan umatnya sendirian, Alhmamdulillah ada jamaah lain yang turut membantu mengangkat koper besar dan di dorong keluar serta di serahkan ke petugas berikutnya.

            Setelah pemeriksaan pasfor, selanjutnya pemeriksaan tahap dua  pengecekan visa dan tahap tiga pemberian stempel sebelum keluar dari bandara (semua ngantri panjang adalah makanan utama, extra sabar & tenaga berdiri). Yang kasian kakek-kakek yang sudah bungkuk, saya dahulukan beliau, gpp saya belakangan. Bandara Jeddah sangat luas (465.000 m²) merupakan terminal terbesar di dunia setelah Bandara Internasional Ibukota Beijing, Dubai International Airport dan Bandara Internasional Hong Kong.  Keunikan bandara ini atap Terminal 3 adalah tidak hanya tenda, tetapi bahan fiberglass berwarna putih.  Di bandara Jeddah kami istirahat & foto-foto di bawah payung tenda selama ± 2 jam sambil menunggu bis jemputan datang. Tersedia WC yang terpisah dan bertanda khusus antara perempuan dan pria. WC perempuan ditandai dengan gambar kepala perermpuan berjilbab dan bagi pria ditandai dengan kepala laki-laki berjenggot. Sebaiknya tidak sendirian ke WC tapi bersama teman demi keamanan. Saya sempat diajak seorang Ibu untuk nemenin dia, ternyata beliau belanja baju di bandara.

            Ketika bis datang, kami berbaris berdasarkan rombongan dan ketua rombongan mengecek satu persatu pesertanya. Saat itu, saya berinisiatif baris paling depan dan memegang bendera. Kemudian per rombongan memasuki bis dan koper para jamaah di taruh di atas bis oleh kuli. Inilah ceritaku antara Bekasi dan Jeddah, penuh kemudahan serta takkan pernah terlupakan sepanjang hidup.

Image

Gambar : Bandara Jeddah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: