Dewirahmawati8's Blog

cerita saat lines dance

Posted on: February 19, 2010

Kring..kring…kring…lebih dari tiga kali telp berdering di ruang kerjaku, malas banget ngangkat karena memang lagi sibuk nyiapin bahan untuk kegiatan kantor. Akhirnya saya angkat juga, ternyata salah satu teman dari gedung depan ngajakin pulang kantor ikutan lines dance, sebenarnya malas tapi dia tetap maksa. “Ya..udah deh, saya ikutan”. Lumayan untuk have fun.

Jam 16.00, kegiatan lines dance di mulai tapi saya telat 10 menit datangnya. Saya langsung say hello..dengan rekan-rekan lain dan minta maaf kalau telat, biasa dengan nada becanda saya bikin komentar  “untuk kali ini saya tidak bisa jadi instruktur jadi berdiri di barisan belakang saja ya”  .  Temanku langsung nyolek dan berkata “loe ga tau apa? tuh instrukturnya sudah ada di depan”. Kami pun melanjutkan gerakan yang diperagakan.

Wuih…ga nyangka kalau pelatihnya cowo tapi lebih gemulai dari cewe. Karena intruktur senam setiap hari jum’at biasanya perempuan sepertinya lebih macho mungkin gerakannya lebih ke aerobik kali ya. Ckkkk..setiap gerakan lines dance memang seperti poco-poco tapi diikuti gerakan tangan dan tubuh yang diharapkan lentur. Musik yang mengiringinya pun musik balada atau ca..ca… Lama-lama keluar keringat juga, ternyata seperti olahraga.  Pertemuan  pertama tidak langsung hapal gerakan yang di berikan, setelah pertemuan 3 dan 4 mulai mengerti walaupun kadang masih ada kesalahan, maklumlah namanya juga bukan penari profesional. Kadang kalau suka-suka modifikasi sendiri gerakannya. Tujuannya juga hanya untuk have fun juga sih plus berharap sehat.

Pekerjaan sekarang siapa yang mau dia bisa jalanin,  ada kemauan peluang akan menghampiri. Dari supir, tukang sampah sampai preman di UKI juga ada yang perempuan.  Perempuan ada yang kasar malah pria bisa lebih lembut. Tapi apakah pekerjaan juga mempengaruhi karakter seseorang? Seperti mas  yang ngajarin lines dance , cara dia berbicara, minum dan mengambil tas lembut sekali, awalnya saya ga ngeh’ tapi temanku bilang perhatiin deh tuh si mas “cewe banget” . Kalau melihat gerakan dance emang iya lentur abis dari goyangan pinggul, sampai tarian jemarinya yang melambai-lambai, tapi lama-lama diperhatiin iya juga. Ah…sudahlah setiap orang unik kok, tak perlu membandingkan satu dengan yang lain. Kita hanya mau belajar untuk mengerti dan menyesuaikan diri dengan pribadi-pribadi yang berbeda karakternya.  Tidak ada orang yang sempurna, sempurna sama dengan kosong.  Berharap bisa menerima kekurangan diri masing-masing.  Hubungan yang langgeng bukan terikat kesepakatan, karena hubungan sejatinya adalah berkompromi kekurangan dan kelebihan satu sama lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: