Dewirahmawati8's Blog

Dapat pasangan kesalahan atau takdir?

Posted on: December 11, 2009

Sasya bukanlah nama sebenarnya, tapi tentang hidupnya adalah kisah nyata. Sebagai gambaran skenario Allah swt kepada salah satu umatnya.  Jika bertemu dengan dia adalah wanita yang manis dan menarik dari segi fisik, kita berpikir sangat mudah baginya mendapatkan pasangan.  Namun dalam kehidupan yang digariskan bukanlah tipe orang yang suka bergonta – ganti pasangan dalam penjajakan menuju pelaminan. Semasa koridor pendekatan hanya ada 3 pria yang pernah singgah di hatinya.  Pertama Bram, sebutlah demikian seorang pria sederhana yang mampu memikat hati Sasya.  Selama 2 tahun mereka berhubungan, perjalanan kasih mulai goyang pada tahun ketiga ketika rencana pernikahan di ambang mata. Takdir berkata lain, Bram bukanlah jodoh Sasya karena ternyata Bram ketahuan sudah beristri.  Pedih rasanya, apa mau dikata Sasya pun memutuskan hubungan tersebut karena tak ingin menjadi duri dalam rumah tangga orang lain.  Istrinya pasti tersakiti bila meneruskan rajutan kasih yang dimulai dari ketidakjujuran.

Butuh waktu untuk menyembuhkan luka di hati.  Sasya pun kian berhati – hati dengan makhluk yang namanya pria karena tak ingin dikibulin lagi.  Bertemunya ia dengan Beni mampu membuka kembali lembaran baru, karena Beni sosok yang sabar dan gigih untuk menempatkan dirinya dalam hati Sasya yang sudah ternoda oleh rasa sakit hati.  Hubungan yang mereka jalin sudah membicarakan pernikahan, tapi hanya bertahan 6 bulan, ternyata Beni pun sudah beristri. Kenyataan yang pahit harus diterima kembali oleh Sasya. Mungkin ini cobaan yang harus diterima, kegagalan kedua menuju pernikahan.

Susah rasanya bagi Sasya untuk mempercayai pria, tapi ia tak harus patah arang, hidup harus dilanjutkan.  Sasya mencoba bangkit dari keterpurukan dan berusaha mengambil hikmah dari kejadian yang di alaminya, mungkin Allah masih sayang padanya sehingga membuka kedok setiap pria yang akan dinikahinya.

Akhirnya Sasya mendapatkan tambatan hati yang baru, untuk kali ini dia tak mau kecolongan menyelidiki sang arjuna Banu yang akan menjadi pasangannya itu.  Apakah benar-benar single.  Sasya mengkonfirmasi kepada teman kerja Banu, kebetulan Banu bekerja di sebuah RS swasta sebagai asisten Dokter ”apakah Banu sudah beristri atau belum?” Setahu rekan Banu belum, tenanglah hati Sasya. Semangat sekali Sasya menyambut hari pernikahan yang sangat dinantikannya.

Setahun sudah Sasya menikah dengan Banu dan dikaruniai satu bayi mungil yang lucu. Bagai disambar petir disiang hari ketika melihat Banu sedang berjalan bergandengan tangan dengan seorang wanita yang tak ia kenal.  Istri mana yang tak gerah bila melihat adegan yang membakar jiwa.  Sasya pun langsung melabrak wanita itu, wanita itupun balik marah karena merasa tidak terima, tenyata wanita itu istri Banu juga. Ya…..Tuhan Sasya berucap ”apakah selalu mendapat pasangan suami orang itu kesalahan atau takdirku?”  Sasya memutuskan untuk diceraikan saja.

Hal serupa terjadi dengan Ila, dia cantik walaupun usianya masih muda sudah 3 kali menikah dan ketiganya suami orang, tapi hal itu ia lakukan dengan sadar alias Ila sudah mengetahui sebelumnya bahwa ia dijadikan madu.  Saya dan Ila memang jarang ketemu karena kita tinggal di pulau yang berbeda.  Setiap kali kita bertemu pasti yang ia tanyakan padaku ”kapan undangan merit?”  saya hanya bilang “mungkin saya belum beruntung sepertimu”.   Saya hanya bisa berharap semoga pernikahanya ini yang terakhir awet, sakinah mawadah warahmah walaupun harus berbagi suami. Untungnya dengan suami ketiganya ini, istri tuanya bersikap baik dengan Ila, tak memusihi layaknya saingan berebut suami, berbeda dengan yang sebelumnya. Walaupun mereka tinggal di rumah berbeda, jadi tergantung suaminya mau bergilir kemana istri tua atau istri muda.

Inilah hidup ada kesulitan dan kemudahan, sebagian orang ada yang mencibir atau berempati. dengan hidup kita.  Namun kita jualah yang menjalaninya.  Sasya adalah gambaran madu tertutup sedangankan Ila adalah gambaran madu terbuka. Mudahan itu memang takdir mereka, bukanlah kesalahan.  Saya berharap keduanya bisa bahagia.

Ketika memohon kekuatan, kita diberikan kesulitan–kesulitan agar menjadi tegar dan saat memohon kebijakan, kita menemui berbagai persoalan hidup untuk diselesaikan agar bertambah bijaksana. Kadang Tuhan tdk memberikan yg diminta, tapi pasti diberikan yg terbaik, kebanyakan orang tdk mengerti bahkan tidak mau menerima rencana-Nya, padahal justru itulah yang terbaik dari-Nya buat kita. Hitunglah kenikmatan yang telah Allah beri kepada saya, itu lebih baik daripada saya menghitung kesusahan-kesusahan, tapi sungguh nikmat Allah yang telah Dia beri untuk kita tak terhingga jumlahnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: