Dewirahmawati8's Blog

antara qurban & keinginan

Posted on: November 25, 2009

Sebentar lagi adalah hari raya Idul Adha, saatnya umat muslim ada yang melaksanakan haji dan berqurban.  Pengen banget saat ini berada di tanah suci tapi masih waiting list😦 .  Tiba-tiba mamah nelp kalau beliau sudah mencarikan hewan qurbanku, beliau bilang ”ada yang keriting mau ga?” mendeskripsikan hewan yang mau di beli.  Kata ku ”Gpp yang penting bersih dan ga bau”. Kata temanku ga ngaruh lagi mau kriting atau ga bau, sekalian saja cari yang cakep mirip Nicholas Saputra. Ah…kubilang Nichol bukan tipe ku ga seru, mending seperti Yadi sembako lucu ha…ha… Selama ini tidak pernah beli hewan qurban sendiri pasti nitip sama kakak atau mama, dari mulai pemilihan sampai beres.

Padahal sesungguhnya hewan itu akan di potong kemudian meninggal, kupikir sebaiknya dimanusiakan juga sebagai pengorbanan dia. Dimandiin dulu supaya bersih. Walaupun tidak berpengaruh kali yang penting dagingnya. Masalahnya ini hanya sekedar kebiasaan saja. Sedikit ribet sih tapi kalau kita fun-fun saja why not. Kalau di kalimatan tempat nenek seberang jalan rumahnya adalah sungai Mahakam so tinggal bawa hewan tersebut dan di bersihkan. Kalau bulu hewan itu bersih juga bisa di sedekahkan kepada fakir miskin yang memerlukan. Karena dalam keadaan hidup lebih mudah di bersihkan. Kalau di rumah abah tasik, rumahnya kan besar di sana ada kolamnya dan dinding depan rumahnya di buat banyak celah, jadi ketika menyerahkan hewan qurban yang sudah dibungkus kresek hitam lewat dinding itu. Saya ga pernah tega tuh untuk melihat hewan yang disembelih, lihatlah mata mereka begitu ah….sulit digambarkan dengan kata-kata, semoga mereka berbahagia.

Menurut istilah, qurban adalah segala sesuatu yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah baik berupa hewan sembelihan maupun yang lainnya. Termasuk korban perasaan kali ya:)

Qurban hanya sunah untuk yang mampu. Kata mampu mungkin bersifat universal, kalau nunggu punya yang serba wah ga akan ada habis dan puasnya. Berkaca dari teman yang berjualan gorengan hanya untuk berqurban, di setiap mendekati idul adha dia mencari insentif dengan membuat gorengan dan sebelum berangkat kerja menitipkannya di warung. Subhanalloh ada niat yang cukup besar untuk saling berbagi. Di pikir-pikir banyak cara kalau memang kita punya niat berqurban, ada yang ikut arisan tiap bulan atau menyisihkan uang jajan tiap minggu. Masalahnya kita suka sayang  dan merasa masih banyak keperluan atau keinginan yang belum terpenuhi. Apalagi sekaligus mengeluarkan uang besar. Sesaat menunda keinginan beli kalung berlian ha..ha..  ya..gpp mengorbankan keinginan pribadi.

Hai Fathimah, bangunlah dan saksikanlah qurbanmu. Karena setiap tetes darahnya akan memohon ampunan dari setiap dosa yang telah kaulakukan…” (lihat Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah XIII/165)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: