Dewirahmawati8's Blog

Kisah sedih

Posted on: November 24, 2009

Sebutlah namanya Pak kusno yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan di daerah Bekasi. Sebagai tukang bangunan yang bekerja dari pagi hingga sore memerlukan energi yang ektra karena yang bekerja adalah kekuatan fisik. Kegiatan rutinnya adalah mengaduk semen dan mengangkat batu-batu untuk bangunan. Tentunya tak mengenal cuaca terik panas demi mengejar setoran. Pak Kusno tinggal sendirian di sebuah rumah petak yang dia sewa tiap bulan, sedangkan istri dan anak-anaknya berada di kampong Jawa.

Beberapa hari yang lalu beliau meninggal di rumah kontrakannya, sungguh kasian dan saya turut berduka. Sebenarnya saya pribadi tak mengenal beliau dan tak pernah melihat sosoknya namun karena ada bendera kuning di tepi jalan beberapa ratus meter dari jalan menuju rumah, berarti itu tanda ada kematian. Menurut informasi yang di dapat beliau meninggal sekitar tengah malam atau shubuh, karena ketika di jumpai tubuhnya sudah kaku. Tukang warung yang bertetangga dengan kontrakannya yang mendobrak pintu karena sudah jam 8 pagi, kenapa Pak Kusno tidak keluar dari rumah. Perasaan curiga timbul karena tidak seperti biasanya Pak kusno belum datang ke warungnya, padahal setiap pagi jam 6.00 Pak kusno pasti singgah ke warungnya walau hanya untuk minum kopi.  Temannya sesama tukang bangunan bercerita bahwa memang kemarin Pak Kusno terlihat tak enak badan, karena mukanya pucat pasi. Kemudian di nasehati agar hari itu tak usah bekerja lebih baik istirahat saja dulu, namun almarhum Pak Kusno bilang ”kasian anak istri saya kalau saya tak bekerja, karena mereka sedang menunggu kiriman uang dari saya”.  Subhanallaoh perjuangan Pak kusno rela berkorban demi keluarga.  Saya mendengarnya sangat miris, alamarhum tak memperdulikan dirinya karena tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga.  Saya anjungin jempol untuk para suami yang seperti Pak kusno.  Mba warung bilang memang habis maghrib  berpapasan di jalan dan menanyakan keadaanya sekarang, almarhum bilang saat itu kalau dadanya sakit dan masuk angin tadi sudah ada bocah yang ngerokin. Kemungkinan beliau meninggal karena angin duduk.  Saya berpendapat perawatan yang tidak intensif, maklumlah dengan keadaannya maka tidak ada yang menuangkan secangkir air hangat dan makan pun apa adanya.

Belum selesai penderitaan Pak Kusno, istrinya di kampung susah di hubungi, setelah mencari-cari info lanjut akhirnya ada juga telp tetangganya untuk mengabari suaminya sudah meninggal.  Diputuskan untuk dikubur di kampung saja, karena di kota semua serba mahal dan kalau ziarah pun rada sulit.  Ya…begitulah zaman sekarang mati saja pakai ongkos tidak ada yang gratis.  Dari gali kubur ratusan ribu, belum lagi sewa tanah kubur yang harganya sampai jutaan. Uh…meninggal saja masih pakai duit dan dipersulit. orang miskin makin miskin.  Untungnya masih ada yang berbaik hati tetangga yang bisa nyupir mengantarkan ke kampung dengan hanya sewa ambulan 2.5 juta, itu lumayan murah yang seharusnya 5 jutaan karena daerah rumahnya cukup jauh di Jawa Timur, sebagai ganti bensin. Dengan sumbangan warga yang berhati mulia, akhirnya bisa juga jenazah dipulangkan.   Tetangga adalah kelurga terdekat kita, berbaik-baiklah dengan tetangga seperti anjuran rosul. Memang tugas kita yang masih hidup mengurusi dan mengantarkan mayat ke peristirahatan terakhir.

Semoga kita kelak kembali keharibaan sang pencipta tak menyusahkan, tapi dengan tenang dan damai.  Apa selain amal kudu juga nyiapin rumah masa depan minimalis (2 x 1m) yang kelak sebagai tempat tidur selamanya + kain kafan + batu nisan?  Jarang sekali sepertinya orang yang mempersiapkan kematiannya sendiri. Sudah terpikirkah di mana kelak kita dikebumikan? ah…bendera kuning itu pasti untuk tiap – tiap yang bernyawa tidak seperti janur kuning. Selamat jalan Pak Kusno semoga amal ibadahmu diterima disis-Nya. Amin. Cinta yang sejati tidak terletak pada perbuatan kasih yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada perbuatan kasih yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: