Dewirahmawati8's Blog

Uang tak berseri, tak selamanya membuatmu berseri

Posted on: October 9, 2009

Cerita ini bermula dari orang kaya, sepasang suami istri yang bernama Baba dan Bibi (nama samaran). Walaupun mereka punya beberapa rumah mewah sendiri tapi sekarang menempati rumah dinas yang cukup mewah juga. Maklumlah namanya juga pejabat, semua fasilitas pasti ada donk.  Saya pernah ke rumah mereka dalam suatu acara. Mereka juga punya usaha kos-kosan untuk mahasiswa, yang mengelola adalah Bibi sebagai istri dan usaha yang lainnya sebagai bisnisan.

Di lihat dari harta mereka pasti tidak akan kekurangan materi. Istilahnya uang mereka tak berseri artinya sangking banyaknya tidak ada nomor serinya (hi..hi…itu hanya gambaran kasar saya saja karena tidak mungkin Bank Indonesia mengeluarkan uang tanpa tertulis nomor serinya).  Tapi apakah uang tak berseri itu bisa selalu membuat mereka berseri? Setiap orang berhak menilai kebahagiaan itu dari uang, tapi menurut saya tentu tidak karena uang bukanlah segalanya, yang bisa membeli kebahagiaan. Berseri = kebahagiaan itu masalah perasaan, emosi dan pikiran.  Bila di tilik mereka bisa membuat orang berseri dengan uang mereka, yang jelas menolong orang yang membutuhkan atau malah sebaliknya jika mereka lupa bisa membuat orang lain meringis.

Kenapa saya berkata demikian, ini adalah realita yang bisa saya bagikan untuk pelajaran bagi diri saya sendiri khususnya.  Bagi saya hal biasa meminjamkan uang pada teman atau keluarga jika memang kita punya dan orang tersebut dapat kita percaya. Peminjaman tersebut tanpa harus dikembalikan lebih. Ada kebahagiaan tersendiri bisa membantu orang lain, saya sendiri merasa masih berguna untuk orang lain. Menurut saya setiap aktivitas yang positif adalah ibadah.

Namun apa yang terjadi pada saya tidak demikian dengan orang kaya itu, huh…jadi kesal dan sedih kalau liat orang kaya yang tidak memanfaatkan kekayaannya untuk meninggalkan jejak kebajikan di bumi sebagai bekal mereka juga ketika harus pulang ke pangkuan penciptaNya. Berbuat baik kepada orang lain sama dengan berbuat baik pada diri sendiri.  Suatu ketika, seseorang yang saya kenal juga sebutlah namanya Rafa bukan nama sebenarnya meminjam uang pada Bibi untuk keperluan modal, karena pencairan dana baru bulan depan, sedangkan pekerjaan di kejar waktu dan harus segera produksi. Akhirnya memutuskan pinjam ke Bibi 100 juta, tapi dia minta bagian 10 juta ketika uang tersebut di kembalikan. Karena Rafa butuh ya sudahlah, daripada kepercayaan klien berkurang karena keterlambatan barang dan pencairan dana bisa terlambat juga jika barang belum diterima klien.  Padahal Bibi dan Rafa masih ada ikatan kerabat, karena Ibu Rafa dan Bibi masih sepupu sekali. Setelah kejadian tersebut Rafa tak lagi pinjam uang sama Bibi, lebih baik sama orang lain saja lebih jelas.

Tapi biasanya uang jin dimakan setan, itu memang yang bisa kita baca dari kehidupan mereka. Unag yang didapat dari cara yang tak biasa maka akan habis pula dengan cara yang sama.  sebagai contoh putra satu-satunya mereka hanya bisa menghabiskan uang dan kerjaannya hanya begadang dan kumpul-kumpul dengan teman-temannya, Bibi sendiri menghilangkan rasa stress dengan merokok yang tak lazim bagi wanita, karena penyakit diabetesnya konsumsi makanan harus dibatasi, banyaklah hal lain yang huruk yang tak perlu saya ceritakan. Lebih baik mengambil hikmah dari ini semua.

Ada pengadilan Tuhan yang tak melihat uang sebagai alat pembayaran tapi bisa sebagai saksi, apa yang anda perbuat dengan uangmu? Kita harus ingat bahwa kenyataannya mata uang yang berlaku di akhirat adalah pahala bukan dollar ataupun rupiah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: