Dewirahmawati8's Blog

Hati yang kecewa

Posted on: September 7, 2009

Tuhan hari ini saya mengadu lagi kepada-Mu, saya hanya manusia biasa yang tak sempurna dan tak luput dari kelemahan.  Hati ini sangat kecewa pada diri sendiri, walaupun sedih, terluka tapi saya tak menyalahkan orang lain apalagi suratan nasib yang telah Engkau tuliskan pada hambaMu ini. Saya hanya wanita biasa yang mencoba menjadi luar biasa. Menghadapi hidup dengan senyum walau kadang ada derai tangis air mata. Saya hanya menumpahkan kesedihan ini bersama-Mu Tuhan. Semoga sebongkah berlian di dalam diriku akan terbit selalu menerangi tiap sudut hati. Tuhan, saya hanya ingin engkau selalu merangkulku dan membangunkanku saat saya terjatuh. Maafkan saya berkeluh kesah padaMu Rabbi. Kali ini ketika harapan itu muncul, langsung tenggelam sebelum merunuti tepian pantai, hanya sesaat singgah dan kemudian berlari. Jika mengikuti perasaan, awalnya apa mungkin, apa saya pantas, adanya perbedaan hijau dengan merah. Namun semua sudah terjadi………….

Hati yang kecewa, semoga cepat berlalu bersama waktu. Bumbu hidup ini yang kadang menyakitkan, mudahan saya tak terlanjur menghisap terlalu dalam aroma yang tak berniat memberi. Tuhan persembahkan hati yang luas padaku, agar bisa mengikuti jalan takdir yang tersurat sejak roh ditiupkan ke dalam ragaku. Saya bukan malaikat, walau semua tak semudah membalikkan telapak tangan sehingga menjadi makhluk yang bersyukur, karena Engkau lebih mengetahui bahwa ada kebaikan di balik semuanya. Saya mencoba merenung, mungkin Tuhan sudah memberi perhatian dengan memberi rasa sedih ini. Terimakasih Tuhan, Engkau mau mendengar curhat saya ini

Semoga dengan waktuku yang hanya sesaat ini bisa membahagiakan orang-orang yang ada di sekitarku, biarlah saya yang menangis sendirian, karena air mata tak perlu ditunjukkan pada dunia.

Saya harus bisa ikhlas, kasih itu memberi tak mengharap kembali, semua atas izinMu, kun fa yakun maka terjadilah walaupun seluruh dunia menolaknya. Masih tersedia banyak lembaran kertas yang bisa kugoreskan untuk kehidupan yang lebih bermakna. Menatap keindahan alam di luar sana, mendengar dan merasakan senandung tasbih serta tahmid yang tak henti dialunkan penghuninya. Hidup ini unik dengan kelokan dan turunan tajam.  Saya masih belajar tentang kehidupan. Belajar dari mereka yang tercipta tidak sempurna seperti manusia, namun tak pernah berkeluh kesah akan nasibnya.

Energi positif berkata : Indah pada waktunya, Tuhan tidak memberi apa yang kita harapkan tapi Tuhan memberi apa yang kita perlukan. Dia selalu merajut kasih untuk hambaNya. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: