Dewirahmawati8's Blog

Sepatu Plastikku

Posted on: September 2, 2009

Siapa yang tak tahu cerita sepatu kaca milik cinderella? pasti sudah pada tahu dongengnya yang mengisahkan sepatu indah yang mempertemukan cinderella dengan pangeran pendamping hatinya. Berbeda sekali dengan sepatu dewi yang sangat sederhana hanya terbuat dari plastik dan minim aksesoris. Tentu harganya murah meriah dan terjangkau untuk semua kalangan. Awalnya ketika pergi ke Plasa Bogor belanja unuk keperluan dalam lemari es, sepatu sudah tidak bisa bersahabat lagi sehingga harus ganti yang baru. Padahal ini sepatu baru mau berumur 2 bulan ini sudah rusak, harganya ratusan ribu lagi. Ih..sebel deh, sepatu kalau sudah rusak bikin kesel, ini pasti gara-gara sering kena air hujan. Jadi ingat sepatu teman yang memakai sepatu plastik, kebetulan di plasa itu ada yang jual. Setelah lihat-lihat 3 toko yang dimasukin. Awalnya ragu juga sih mau beli atau tidak, percuma saja sepatu murah kalau merusak kaki sama saja dengan biaya perawatan untuk kaki lebih mahal, lain kaki lain orang apalagi kulit ku rada-rada belagu alias sensitif. Tapi saya berpikir pakai kaos kaki ini sepertinya tidak masalah.  Lumayan juga ketika mencoba sepatu itu. Fungsi alas kaki untuk kita, kan melindungi. Bukan merk atau harga tentunya, yang penting kenyamanan.

Berdasarkan pengalaman paling sering ganti sepatu di musim hujan karena sering rusak terkena air, walaupn mahal tetap saja rusak. Bisa-bisa dana tiap bulan hanya beli sepatu terus.  cape deh…  Ratusan ribu terbuang, lebih baik uangnya untuk modal lainnya. Manajemen keuangan, sumber dana cuma dari diri sendiri, kupikir pandailah mengaturnya. Jadi ingat pelajaran Pak Ustad bahwa penghasilan kita tidak hanya habis untuk konsumsi tapi ada hal lain yang perlu dipikirkan. Dalam rumah tangga ekonomi baru gaji yang kita peroleh mau dikit mau banyak harus mengikuti piramida ini  pertama masuk tabungan, kedua bayar utang (jika ada kartu kredit, cicilan rumah dll), ketiga mengeluarkan zakat & shodaqoh, keempat investasi dan kelima baru konsumsi. Bener juga sih kalau direnungkan, penampilan penting tapi lebih penting masa depan.

Nah…sepatu plastik ini menemani hari-hariku, walaupun di pakai ketika di luar kantor, kesannya nyantai.  Paling orang liat kasian deh tuh perempuan sepatunya jelek sekali.  Tak apalah manusia ini yang menilai, buruk di mata manusia belum tentu di mata Tuhan. Oma plenet saja yang liat sepatu itu menertawakan, seperti ga ada sepatu yang lain katanya.  Tapi saya bilang untuk di dalam kantor ada sepatu lain lagi lebih formal supaya sedikit sopan jika ada pertemuan, kalau hanya di belakang meja saya kembali ke habitat lama pakai sendal jepit karena kaki lebih leluasa bernafas.  Sesuai tempatlah, untuk acara undangan ada juga walaupun bukan sepatu kaca, yang penting tampil deh hi..hi…. Sepatu plastik ini semoga awet.  Entah sampai kapan saya pakai sepatu ini, sudah hampir 8 bulan, walaupun sudah lusuh tapi masih bisa di pakai, jalan trus. Di negri dongeng ada sepatu cindrella dan di negri nyata ada sepatu plastik dewi. Tapi ngomong-ngomong apa sepatu plastikku bisa menarik pangeran seperti cinderella ha..ha… Semuanya tidak menjadi masalah asal ikhlas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: