Dewirahmawati8's Blog

Penghuni rumah tak sekokoh bangunannya

Posted on: August 13, 2009

Pulang kantor berjalan lewat mesjid dekat kosan, kemudian mata saya tertuju pada rumah tingkat dua yang cukup besar, di rumah tersebut tertera plang “rumah dijual” hubungi telp 081xxxxxxx.  Ini rupanya rumah pak haji yang menjadi pemberitaan, karena saya mendengar kalau rumah tersebut akan dijual bukan karena penghuninya akan pindah atau kesulitan ekonomi tapi akan terjadi perceraian.  Saya hampir tak percaya mendengarnya, masa sih pak haji mau berpisah dengan istrinya.  Berbagai perasaan bercampur aduk saat itu. Saya bukanlah siapa-siapa, keluarga pak haji juga bukan.  Namun sangat disayangkan jika berita itu benar. Ada perasaan bingung, kenapa peristiwa tersebut harus terjadi? perceraian menjadi jalan pintas? pusing……pusing……Padahal masa tua tinggal menikmati hidup bersama anak cucu. Kadang kita menuntut tapi lupa berkaca, pasangan yang diberikan kepada kita adalah yang terbaik, Allah swt sayang dengan kita. Banyak cara memaknai cinta……. hasil akhir metamorfosa yang menentukan adalah kita baik buruknya, kita yang membangun rumah itu.

Mungkin ada sejuta alasan mengapa mereka yang ingin bercerai, karena kekerasan dalam rumah tangga sampai punya selingkuhan sehingga berhenti mencintai. Begitu pula pemberitaan artis-artis kian gencar dengan gosip perpisahan. Saya hanya membayangkan apa lagi yang di cari sudah punya rumah bagus, kokoh dan indah, kenapa penghuninya malah rapuh.  Coba deh liat lagi foto-foto pra wedding sampai acara pernikahan, nan indah, penuh kebahagiaan dan rupawan. Saya jadi bertanya ”kemana sekarang foto-foto itu?” sangat disayangkan jika harus dinodai dengan perceraian. Pikirkan masak-masak karena mengganti pasangan hidup tak semudah mengganti baju, tas atau sepatu. Kalau merasa hubungan antar penghuni rumah terasa hambar, mbok ya bicara sama pasangannya, jangan diam saja atau malah curhat sama orang lain. Hati-hati dari curhat bisa jadi dosa. Halah…saya kok jadi sok gini sih, udah ngomongin pernikahan orang lain, pengalaman nikah saja belum.  Tapi setidaknya boleh donk beropini dan dengar sedikit teori dari yang sudah merit.  Faktor ikatan hati bukan karena harta, kedudukan apalagi tampang  Condong kepada seseorg bukan hanya karena pikiran, perasaan, tapi juga harus ada tangggung jawab.

Jika ada sebuah kapal berlayar ke arah timur dan yang ke arah barat adalah kapal yang lain.  Saat angin sepoi-sepoi yang sama berhembus, arah layarlah yg menentukn kemana kapal melaju, bukannya angin. Saat badai mengamuk, hanya layarlah yg menentukan apakah kapal tersebut terus atau bertahan. Saat pergumulan hidup serba tak pasti. Saat kekurangan diri semakin terasa membebani. Hanya layar  iman dan sikap  kitalah yg menentukan kemana harus melangkah.  Semoga kita semua bisa membangun rumah yang kokoh bersama penghuninya dengan jiwa sakinah, mawadah warahmah & amanah  selamanya.. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: