Dewirahmawati8's Blog

Pilpres Online, bisakah?

Posted on: July 10, 2009

Pada tanggal 8 Juli 2009, bangsa Indonesia baru saja mengadakan pilpres.  Ada 3 pasangan capres dan cawapres yaitu SBY Boediono, Megawati Probowo dan JK Wiranto.  Tentunya banyak dana yang dikeluarkan antara lain dana untuk sosialisasi, kertas suara, tinta, biaya tranportasi dan lain-lain. UU Nomor 45 Tahun 2007 tentang APBN 2008 mengalokasikan dana untuk keperluan penyelenggaraan Pemilu 2009 sebesar Rp6,67 triliun dan untuk keperluan operasional Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebesar Rp. 793,9 miliar. Dana tersebut terdiri dari pengadaan barang dan jasa keperluan Pemilu sebesar Rp. 2,19 triliun, biaya jasa logistik dan distribusi Pemilu sebesar Rp1,08 triliun, dan sisanya sebesar Rp. 498,5 miliar untuk kegiatan-kegiatan KPU di pusat maupun daerah. Gubrak…..deh, pusing ngitung uang segitu banyaknya, kalau itu uang semua recehan, pastinya ga muat kamar kosan untuk nampungnya, sedangkan gudang paman gober saja ga cukup he…he…(mulai deh masuk dunia kartun).  Yang jelas punya uang banyak, kudu punya jantung dan iman yang kuat juga.

Saya bukanlah seorang programer, makanya tak pernah tahu ribetnya rumus-rumus bahasa IT. Ini cuma ada sedikit pemikiran jika pilpres dilaksanakan secara Online. Kurang lebih 170 juta jumlah DPT = kertas suara yang diproduksi di tambah 2%, ini bisa kita hemat jika menggunakan sistem Online.

Zaman sekarang sudah hi-tech, IT berkembang pesat, mungkin kebiasaan para pemilih datang, antri,  daftar dan kemudian contreng di kertas suara bisa dihapuskan. Dari kaca mata saya lebih efisien .  Pendaftaran sekolah di jakarta saja sudah bisa Online.

Berdasarkan jumlah penduduk Indonesia yang sekitar 200 juta orang, Untuk mendapatkan ID cukup mendaftar Online juga dengan memasukkan data pribadi, alamat tempat tinggal dan No.KTP. Pemilih hanya bisa satu kali memasukkan ID nya,  pilih presiden yang sesuai dan kemudian ENTER.  Proses lebih cepat, perhitungan suarapun lebih mudah. Memang tidak mudah merubah suatu sistem. Semua sistem ada kekurangan dan kelebihanya. Ada banyak kendala, salah satunya KTP ganda, triple atau bahkan lebih. Human error tidak bisa dielakkan. Yang lain tentu kesadaran masyarakat sendiri. Walaupun internet masuk desa, sudah di galakkan. Yang terpenting dari segalanya adalah kejujuran dari pemimpin dan rakyat. Pesta rakyat bukan berarti menghambur-hamburkan uang, masih banyak keperluan lain, kesejahteraan masih terbengkalai. Saya tragis dan miris mendengar banyak rakyat yang kekurangan gizi dan pemukiman kumuh jauh dari kata layak. Kita lihatlah tahun 2014 nanti, apa ada perubahan dengan sistem contreng pilpres kita?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: