Dewirahmawati8's Blog

Cerita Tentang PUTRI

Posted on: July 9, 2009

Semalam saya mimpi bertemu dengan almarhum putri, mungkin karena melihat berita pemakaman Jacko sehingga terbawa dalam alam tidur, Jacko bersama Putri datang, benar..benar…mimpi yang aneh, karena Jacko dan Putri adalah dua hal pribadi yang berbeda. Jacko alias Michael Jackson siapa yang tak kenal King of Pop yang mendadak meninggal. Sedangkan Putri pasti pada ga taukan? bukan putri Diana dari Inggris maupun Megawati Soekarno Putri Capres 2009.

Putri disini adalah gambaran kisah tentang seorang kucing cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah, bulu yang bagus dan mempunyai sifat penurut. Nama lengkapnya Siti Agustina Putri, mama saya yang memberi nama tersebut, karena kucing nan elok lahir di bulan agustus.  Panggilannya putri, kehidupannya pun bagai seorang putri. Aktivitas sehari-hari makan, mandi, bobo selalu minta di layani, putri lebih betah tinggal di rumah dari pada main keluar pagar  Putri sangat manja dengan orang di rumah, mungkin dia menggangap dialah anak bungsu di keluarga kami. Putri juga teman dan obat kesepian mama jika sedang sendirian di rumah. Karena hanya tomy anak mama yang masih sekolah. Sabtu minggu jika pulang ke rumah, saya bisa melihat putri.  Tiap bulan berat badannya semakin meningkat, makanya gendut, ada saja tingkahnya yang lucu. Pernah suatu hari kami sekeluarga kehilangan putri, dipangil-panggil tak menyahut, kami pun mencari di sekeliling rumah. Ternyata putri tidur di bath tube, kebetulan kamar mandi emang kering dan pintunya terbuka. Dasar….kucing, ga bisa bedain mana kamar mandi dan kamar tidur, yang penting nyaman dan adem.

Kucing…kenapa orang mau melihara kucing? bisa jadi karena suka jadi cinta deh. Dengan logika cinta yang kadang sulit dimengerti oleh akal sehat manusia. Begitulah cinta telah menyihir walaupun makanan kucing mahal dan perlu dana lebih, tak mengapa asal hati senang.  Ternyata cinta telah mengikat erat, jika putri tak mau makan, kami pun panik, ada apa denganmu Putri?

Itulah sebuah cinta ia tidak datang dengan kata-kata namun, sentiasa menghampiri dengan hati. Cei..ile so sweet.

Bulan Desember 2008, untuk pertama kalinya putri di tinggal di rumah dititipin sama Pak Iyo yang sekalian jaga rumah. Kami sekeluarga pergi ke Samarinda, tadinya putri juga mau dibawa namun karena ada acara nikahan kakak takut ga terurus dan susah beradaptasi lagi dengan lingkungan baru. Seminggu di Samarinda, saya dan papa pulang duluan, sedangkan tomi dan mama masih di Samarinda.  Tiba di rumah, saya menanyakan dimana putri? sama Pak Iyo, karena biasanya dia akan datang mengeong, jika melihat saya. Pak Iyo hanya menjawab, sedang main di luar. Ha… ga biasanya putri main di luar. Ditunggu …lama menunggu akhirnya Putri pulang juga dalam keadaan kotor, saya sendiri langsung memandikan Putri kemudian di kasih makan.  Namun Putri tak mau makan, macam-macam sudah di beri dari whiskas sampai ikan goreng tetep ga mau, malah tidur saja kerjaannya. Saya telpon mama, kata mama mungkin Putri kecapean habis dari luar, pegang kupingnya kalau dingin kasih minyak kayu putih, minum susu dan besok baru bawa ke dokter. Malam hari jam 21.22 wib, suara badan jatuh, kulihat Putri muntah-muntah dan jatuh dari tempat pembaringannya, saya shock dan menangis melihat keadaan Putri. Kasian banget, ga tega liatnya……segera ku gendong Putri dan melap mulutnya yang masih ada muntahannya, kemudian kubaringkan di atas kursi, saya pun membuatkannya teh hangat, dengan sendok dan sedikit demi sedikit saya suapin Putri dengan harapan membuat perutnya terasa lebih nyaman. Namun apa daya, tepat jam 22.00 wib, tubuh Putri sudah kaku, saya pun tak kuasa menahan tangis. Dengan sesegukan saya telp mama, bahwa Putri sudah meninggal, mama pun mencoba menenangkan saya, bahwa kita cinta dan sayang sama Putri, ketahuilah bahwa Allah lebih cinta sehingga memanggil Putri kembali. Kisah yang sangat menyedihkan, kubungkus Putri dengan kain Putih dan saya harus menguburkan putri di malam itu juga. Ini pengalaman pertama saya menggali tanah di taman dengan bercucuran air mata untuk kuburan Putri. Putri, walau sesaat pertemuan kita tapi engkau memberi keceriaan dalam kehidupan kami. Cinta hadir bukan karena siapa kamu, tapi cinta yang tulus hadir tanpa diminta. Selamat jalan Putri, I love You….. Dalam perpaduan dua dunia yang berbeda menghadirkan kesyahduan, Allah  mencintaimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: